skip to main |skip to sidebar
Seleksi calon pemain Skuad Super Elang Jawa (Elja) PSS direncanakan bakal digelar usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman, 23 Mei mendatang. Hal ini diungkapkan oleh General Manajer PSS, Joko Handoyo kepada Harian Jogja, Jumat (23/4) siang di Sleman.
Joko yang akrab dipanggil Johan menambahkan,dengan ditundanya seleksi bagi calon-calon pemain baru PSS itu, menurut dia, akan memberikan kesempatan yang lebih luas
Kelompok pendukung PSS Sleman, Slemania, merekomendasikan tujuh pemain lokal untuk memperkuat tim berjuluk Elang Jawa ini di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010-2011.Namun, Ketua Slemania, Supriyoko, mengatakan tujuh pemain tersebut harus didampingi pemain pengalaman. “Kami akan menyarankan sebanyak lima hingga tujuh pemain lokal untuk mengisi skuat PSS musim depan.
Manajemen Skuad Super Elang Jawa (Elja) PSS memastikan bakal menggelar evaluasi total akhir bulan ini. Selain akan dihadiri oleh jajaran manajemen, stake holder juga akan melibatkan Slemania. "Kami undang Slemania nanti dalam rapat evaluasi total akhir bulan ini. Soal kepastian harinya nanti kita lihat,” kata General Manajer PSS, Joko Handoyo, di Jogja, Selasa (20/4).Joko yang akrab dipanggil Johan tersebut menandaskan keikutsertaan
Manajemen PSS baru mengadakan pendekatan kepada dewan (DPRD) agar dalam kompetisi mendatang mendapatkan bantuan APBD. Selama dua kali kompetisi PSS tak mendapatkan dana APBD. Sehingga, bisa bertahan di Liga Utama sudah bersyukur. Hal itu dikatakan GM PSS, R Djaka Handoyo SH.
Menurutnya, hasil lobi pengurus dengan anggota dewan mulai jalan, sehingga pada saat PSS mengajukan bantuan dana dari APBD diharapkan mereka
Slemania, Brajamusti dan Pro Duta menyambut baik digelarnya Sarasehan Sepakbola DIY di Joglo SKH Kedaulatan Rakyat Jalan P Mangkubumi, Selasa (20/4) siang ini mulai pukul 11.30 WIB (maju satu jam dari undangan semula, Red). Wasekjend 2 Brajamusti Eko Satriyo Pringgondani berharap sarasehan ini akan melahirkan keputusan dan komitmen-komitmen untuk kemajuan sepakbola dan suporter DIY.“Pembinaan suporter perlu campur tangan pihak lain, terutama pemerintah. Dan kami berharap sarasehan ini bisa dijadikan momentum untuk memulai proses menuju suasana kondusif di antara wadah suporter DIY,” jelas Eko kepada KR, kemarin sembari menyatakan Brajamusti siap menghadiri sarasehan ini.Sedangkan Ketua Slemania R Supri Yoko memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada Harian tertua di Yogyakarta yang juga sebagai tempat lahirnya suporter-suporter di DIY yang menggagas sarasehan itu. Dari sarasehan ini diharapkan sepakbola di DIY tak lagi diwarnai gesekan-gesekan antarsuporter, namun tetap berjalan aman dan lancar.Slemania sendiri kini terus berupaya membenahi diri agar tetap menjadi supporter yang anti anarkhis, namun tanpa dukungan dari semua pihak hal itu juga akan sulit tercapai. Untuk itu dengan sarasehan suporter itu diharapkan nantinya bisa menimbulkan rasa aman bagi semua penonton di DIY sehingga dapat saling mendukung.Saat ini diakui kondisi suporter di DIY walaupun di tingkat atas tetap rukun namun di bawah masih terjadi saling salah pengertian sesama suporter sehingga kalau akan mendukung tim lain justru takut menjadi salah sasaran. Sebetulnya kalau suporter DIY bersatu tim-tim DIY pasti akan maju, kalau kalau sesama DIY sendiri masih sering terjadi gesekan akhirnya klub-klub DIY justru akan sulit untuk maju.“Maka dalam sarasehan tersebut nanti bisa melahirkan semacam deklarasi sesama suporter tidak hanya di lapisan atas saja namun juga harus sampai bawah agar pertandingan betul-betul aman dan lancar,” harapnya.Sementara itu Manajer Teknik Pro Duta Vivi Hendry mengatakan, Pro Duta menyambut baik rencana tersebut apalagi sesama klub DIY Pro Duta selama ini seperti dianak tirikan, setiap pertandingan tak ada penonton dan tak punya pendukung sehingga setiap pertandingan Pro Duta harus nombok cukup besar.Maka dalam sarasehan tersebut Pro Duta berharap pada warga DIY bisa menerima Pro Duta yang juga klub milik DIY yang wajib diberikan dukungan. Tanpa itu Pro Duta juga akan sulit untuk maju. Selama ini Pro Duta dengan Laskarnya Senopati selalu sepi dari penonton bahkan sering kalah dengan penonton tamu, sehingga Pro Duta main di kandang sendiri seperti main dikandang lawan.
Dalam sarasehan tersebut Pro Duta juga akan datang. “Namun karena mendapatkan tiket pesawat yang baru bisa berangkat dari Jakarta pukul 13.00 sehingga mohon maaf bila nanti Pro Duta terlambat. Pro Duta tetap akan mematuhi apa yang diputuskan dalam sarasehan tersebut dan yang pasti Pro Duta akan berusaha tetap berada di DIY dan menyemarakan persepakbolaan di DIY,” tandasnya.(kr)
[ by : Admin/slemania-greenfort.co.cc ]
Manajemen PSS Sleman sedang berupaya melakukan lobi dengan pihak DPRD setempat untuk bisa menggunakan APBD Kabupaten Sleman di Kompetisi Divisi Utama 2010-2011.”Kami sedang melakukan pendekatan dengan dewan untuk bisa menggunakan dana APBD musim depan dan kami sudah berbicara dengan beberapa personal. Namun saya belum bisa pastikan apakah masalah penggunaan anggaran tersebut akan disetujui oleh dewan atau tidak,” kata General Manager PSS, Joko Handoyo, Minggu (18/4) pagi di Lapangan Denggung Sleman.Joko yang akrab dipanggil Johan tersebut menyatakan keinginan menggunakan APBD tersebut dikarenakan dua tim DIY lainnya yang ternyata mampu mendapatkan dana tersebut. Di musim 2008-2009 dan 2009-2010, PSS mengandalkan pemasukan dana dari sponsor dan penjualan tiket. “Sudah dua tahun kami tidak menggunakan APBD.Kami berharap di musim mendatang bisa menggunakan dana APBD untuk tim,” harap dia. Terkait dengan anggaran yang digunakan oleh PSS selama melakoni kompetisi musim lalu, Johan enggan berkomentar. Menurutnya, hingga kini pihaknya belum melakukan evaluasi. Menurutnya, evaluasi seharusnya dilakukan akhir bulan ini.“Kami belum lakukan itu. Akan kami lakukan dalam waktu dekat,” terang dia. Sementara mengenai pelatih, Johan mengakui hingga kini terdapat sebanyak lima nama yang telah melamar ke tim berjuluk Elang Jawa itu, namun hingga kini belum akan diputuskan siapa yang pas untuk menukangi PSS musim depan.“Memang dibutuhkan pelatih yang berpengalaman dan mampu membina pemainmuda, namun kami masih terbentur masalah anggaran,” pungkas dia.(harianjogja.com)[ by: Admin/slemania-greenfort.co.cc ]
PSS Sleman akan memulai latihan minggu depan untuk mengikuti turnamen sepakbola Bupati Cup Purbalingga Jateng. Even ini juga diikuti tim-tim Divisi Utama dari Jateng di antaranya PSIS Semarang, Persis Solo, PPSM Magelang dan pendatang baru PSCS Cilacap.Manajer PSS Drs Rumadi mengatakan, para pemain memang segera dipanggil terutama para pemain lokal. “Para pemain juga telah menghubunginya seperti Barep, Abda Ali yang tinggal di luar Sleman juga siap untuk membela PSS dalam event tersebut,” kata Rumadi.Menurutnya dalam event itu PSS juga belum menentukan pelatih karena PSS juga belum memilih pelatih. Tetapi tanpa pelatih pun PSS tetap akan ikut dalam event itu, karena ini merupakan kesempatan bagi para pemain berkumpul dan melihat kondisi mereka setelah lama libur.Di manajemen sendiri kini belum ada perkembangan baru, karena para pengurus baru sibuk dengan tugasnya masing-masing terutama menjelang Pemilukada bulan depan. Jadi kemungkinan besar evaluasi PSS dan program PSS baru akan dilakukan setelah ada kepastian siapa yang akan menjadi orang nomor 1 di Sleman nanti.(slemania.or.id)[ by: Admin/slemania-greenfort.co.cc ]
Hingga kini manajemen PSS Sleman belum menentukan pemain yang akan dipertahankan baik lokal maupun asing karena masih harus menunggu evaluasi yang akan dilaksanakan minggu depan. Menurut manajer tim PSS, Rumadi, evaluasi kan menentukan langkah PSS selanjutnya, seperti target yang akan dicapai dalam kompetisi musim mendatang. Jika target ke Liga Super tentu saja materi pemain juga akan berbeda jauh dari musim kemarin. Begitu juga untuk pemain asing akan mengalami perubahan, meski saat ini 3 pemain asing tersebut juga ingin tetap main di PSS. Tetapi PSS tetap akan mengutamakan pemain-pemain hasil kompetisi sendiri dengan menambah beberapa pemain berpengalaman dari luar. Dari 23 pemain PSS saat ini diperkirakan ada sekitar 10 pemain yang bakal dipertahankan, namun para pemain itu baru akan diumumkan setelah ada eveluasi mendatang.(slemania.or.id)
[ by: Admin/slemania-greenfort.co.cc ]
Slemania sebagai pendukung PSS Sleman tak mau terus-menerus ‘senam jantung’ di lapangan karena tim yang didukung selalu berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. Untuk itu dalam kompetisi mendatang PSS harus bisa bersaing di papan atas. Kalau mungkin, harus punya target ke Liga Super.Hal itu dikatakan ketua umum Slemania, Supri Yoko saat dihubungi, Sabtu (3/4) kemarin.Slemania bersyukur karena PSS masih bisa bertahan di Divisi Utama, walaupun dalam pertandingan putaran kedua PSS selalu membuat suporter dan manajemen panik karena target menang di kandang banyak hilang. Melihat hasil yang dicapai tahun ini dapat sebagai pelajaran bagi jajaran manajemen. Untuk itu pembenahan manajemen sangat diperlukan dan diharapkan bisa diisi orang-orang yang punya power, baik di dalam maupun di luar. “Saat ini manajemen PSS diisi orang-orang yang sudah tua dan waktu mereka sudah tersita di kantor, sehingga sulit jika mereka harus sering datang ke lapangan,” kata Yoko.Manajemen PSS ke depan harus bisa membawa PSS lebih baik, dalam arti harus menyiapkan materi dan dana yang lebih baik daripada saat ini. PSS sudah saatnya punya sasaran untuk menduduki kasta tertinggi kompetisi di Tanah Air yaitu ke Liga Super.Sarana di Sleman sudah cukup memenuhi syarat untuk mempunyai tim Liga Super, Stadion Maguwoharjo tinggal melengkapi lampu, hotel-hotel cukup banyak dan dekat dengan bandara, sehingga tak akan menyulitkan tim tamu.[ by : Admin/slemania-greenfort.co.cc ]