Sarasehan Slemania, Brajamusti dan Pro Duta Sambut Baik

Slemania, Brajamusti dan Pro Duta menyambut baik digelarnya Sarasehan Sepakbola DIY di Joglo SKH Kedaulatan Rakyat Jalan P Mangkubumi, Selasa (20/4) siang ini mulai pukul 11.30 WIB (maju satu jam dari undangan semula, Red). Wasekjend 2 Brajamusti Eko Satriyo Pringgondani berharap sarasehan ini akan melahirkan keputusan dan komitmen-komitmen untuk kemajuan sepakbola dan suporter DIY.

“Pembinaan suporter perlu campur tangan pihak lain, terutama pemerintah. Dan kami berharap sarasehan ini bisa dijadikan momentum untuk memulai proses menuju suasana kondusif di antara wadah suporter DIY,” jelas Eko kepada KR, kemarin sembari menyatakan Brajamusti siap menghadiri sarasehan ini.

Sedangkan Ketua Slemania R Supri Yoko memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada Harian tertua di Yogyakarta yang juga sebagai tempat lahirnya suporter-suporter di DIY yang menggagas sarasehan itu. Dari sarasehan ini diharapkan sepakbola di DIY tak lagi diwarnai gesekan-gesekan antarsuporter, namun tetap berjalan aman dan lancar.

Slemania sendiri kini terus berupaya membenahi diri agar tetap menjadi supporter yang anti anarkhis, namun tanpa dukungan dari semua pihak hal itu juga akan sulit tercapai. Untuk itu dengan sarasehan suporter itu diharapkan nantinya bisa menimbulkan rasa aman bagi semua penonton di DIY sehingga dapat saling mendukung.

Saat ini diakui kondisi suporter di DIY walaupun di tingkat atas tetap rukun namun di bawah masih terjadi saling salah pengertian sesama suporter sehingga kalau akan mendukung tim lain justru takut menjadi salah sasaran. Sebetulnya kalau suporter DIY bersatu tim-tim DIY pasti akan maju, kalau kalau sesama DIY sendiri masih sering terjadi gesekan akhirnya klub-klub DIY justru akan sulit untuk maju.

“Maka dalam sarasehan tersebut nanti bisa melahirkan semacam deklarasi sesama suporter tidak hanya di lapisan atas saja namun juga harus sampai bawah agar pertandingan betul-betul aman dan lancar,” harapnya.

Sementara itu Manajer Teknik Pro Duta Vivi Hendry mengatakan, Pro Duta menyambut baik rencana tersebut apalagi sesama klub DIY Pro Duta selama ini seperti dianak tirikan, setiap pertandingan tak ada penonton dan tak punya pendukung sehingga setiap pertandingan Pro Duta harus nombok cukup besar.

Maka dalam sarasehan tersebut Pro Duta berharap pada warga DIY bisa menerima Pro Duta yang juga klub milik DIY yang wajib diberikan dukungan. Tanpa itu Pro Duta juga akan sulit untuk maju. Selama ini Pro Duta dengan Laskarnya Senopati selalu sepi dari penonton bahkan sering kalah dengan penonton tamu, sehingga Pro Duta main di kandang sendiri seperti main dikandang lawan.

Dalam sarasehan tersebut Pro Duta juga akan datang. “Namun karena mendapatkan tiket pesawat yang baru bisa berangkat dari Jakarta pukul 13.00 sehingga mohon maaf bila nanti Pro Duta terlambat. Pro Duta tetap akan mematuhi apa yang diputuskan dalam sarasehan tersebut dan yang pasti Pro Duta akan berusaha tetap berada di DIY dan menyemarakan persepakbolaan di DIY,” tandasnya.(kr)

[ by : Admin/slemania-greenfort.co.cc ]

Manajemen PSS Lobi Dewan

Manajemen PSS Sleman sedang berupaya melakukan lobi dengan pihak DPRD setempat untuk bisa menggunakan APBD Kabupaten Sleman di Kompetisi Divisi Utama 2010-2011.

”Kami sedang melakukan pendekatan dengan dewan untuk bisa menggunakan dana APBD musim depan dan kami sudah berbicara dengan beberapa personal. Namun saya belum bisa pastikan apakah masalah penggunaan anggaran tersebut akan disetujui oleh dewan atau tidak,” kata General Manager PSS, Joko Handoyo, Minggu (18/4) pagi di Lapangan Denggung Sleman.

Joko yang akrab dipanggil Johan tersebut menyatakan keinginan menggunakan APBD tersebut dikarenakan dua tim DIY lainnya yang ternyata mampu mendapatkan dana tersebut. Di musim 2008-2009 dan 2009-2010, PSS mengandalkan pemasukan dana dari sponsor dan penjualan tiket. “Sudah dua tahun kami tidak menggunakan APBD.

Kami berharap di musim mendatang bisa menggunakan dana APBD untuk tim,” harap dia. Terkait dengan anggaran yang digunakan oleh PSS selama melakoni kompetisi musim lalu, Johan enggan berkomentar. Menurutnya, hingga kini pihaknya belum melakukan evaluasi. Menurutnya, evaluasi seharusnya dilakukan akhir bulan ini.

“Kami belum lakukan itu. Akan kami lakukan dalam waktu dekat,” terang dia. Sementara mengenai pelatih, Johan mengakui hingga kini terdapat sebanyak lima nama yang telah melamar ke tim berjuluk Elang Jawa itu, namun hingga kini belum akan diputuskan siapa yang pas untuk menukangi PSS musim depan.

“Memang dibutuhkan pelatih yang berpengalaman dan mampu membina pemainmuda, namun kami masih terbentur masalah anggaran,” pungkas dia.(harianjogja.com)

[ by: Admin/slemania-greenfort.co.cc ]

PSS Sleman Mulai Latihan Minggu Depan

PSS Sleman akan memulai latihan minggu depan untuk mengikuti turnamen sepakbola Bupati Cup Purbalingga Jateng. Even ini juga diikuti tim-tim Divisi Utama dari Jateng di antaranya PSIS Semarang, Persis Solo, PPSM Magelang dan pendatang baru PSCS Cilacap.

Manajer PSS Drs Rumadi mengatakan, para pemain memang segera dipanggil terutama para pemain lokal. “Para pemain juga telah menghubunginya seperti Barep, Abda Ali yang tinggal di luar Sleman juga siap untuk membela PSS dalam event tersebut,” kata Rumadi.

Menurutnya dalam event itu PSS juga belum menentukan pelatih karena PSS juga belum memilih pelatih. Tetapi tanpa pelatih pun PSS tetap akan ikut dalam event itu, karena ini merupakan kesempatan bagi para pemain berkumpul dan melihat kondisi mereka setelah lama libur.

Di manajemen sendiri kini belum ada perkembangan baru, karena para pengurus baru sibuk dengan tugasnya masing-masing terutama menjelang Pemilukada bulan depan. Jadi kemungkinan besar evaluasi PSS dan program PSS baru akan dilakukan setelah ada kepastian siapa yang akan menjadi orang nomor 1 di Sleman nanti.(slemania.or.id)

[ by: Admin/slemania-greenfort.co.cc ]

PSS Belum Tentukan Pemain Yang Akan Dipertahankan

Hingga kini manajemen PSS Sleman belum menentukan pemain yang akan dipertahankan baik lokal maupun asing karena masih harus menunggu evaluasi yang akan dilaksanakan minggu depan. Menurut manajer tim PSS, Rumadi, evaluasi kan menentukan langkah PSS selanjutnya, seperti target yang akan dicapai dalam kompetisi musim mendatang. Jika target ke Liga Super tentu saja materi pemain juga akan berbeda jauh dari musim kemarin. Begitu juga untuk pemain asing akan mengalami perubahan, meski saat ini 3 pemain asing tersebut juga ingin tetap main di PSS. Tetapi PSS tetap akan mengutamakan pemain-pemain hasil kompetisi sendiri dengan menambah beberapa pemain berpengalaman dari luar. Dari 23 pemain PSS saat ini diperkirakan ada sekitar 10 pemain yang bakal dipertahankan, namun para pemain itu baru akan diumumkan setelah ada eveluasi mendatang.(slemania.or.id)

[ by: Admin/slemania-greenfort.co.cc ]

Slemania Inginkan Manajemen PSS Dirombak

Slemania sebagai pendukung PSS Sleman tak mau terus-menerus ‘senam jantung’ di lapangan karena tim yang didukung selalu berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. Untuk itu dalam kompetisi mendatang PSS harus bisa bersaing di papan atas. Kalau mungkin, harus punya target ke Liga Super.
Hal itu dikatakan ketua umum Slemania, Supri Yoko saat dihubungi, Sabtu (3/4) kemarin.
Slemania bersyukur karena PSS masih bisa bertahan di Divisi Utama, walaupun dalam pertandingan putaran kedua PSS selalu membuat suporter dan manajemen panik karena target menang di kandang banyak hilang. Melihat hasil yang dicapai tahun ini dapat sebagai pelajaran bagi jajaran manajemen. Untuk itu pembenahan manajemen sangat diperlukan dan diharapkan bisa diisi orang-orang yang punya power, baik di dalam maupun di luar. “Saat ini manajemen PSS diisi orang-orang yang sudah tua dan waktu mereka sudah tersita di kantor, sehingga sulit jika mereka harus sering datang ke lapangan,” kata Yoko.
Manajemen PSS ke depan harus bisa membawa PSS lebih baik, dalam arti harus menyiapkan materi dan dana yang lebih baik daripada saat ini. PSS sudah saatnya punya sasaran untuk menduduki kasta tertinggi kompetisi di Tanah Air yaitu ke Liga Super.
Sarana di Sleman sudah cukup memenuhi syarat untuk mempunyai tim Liga Super, Stadion Maguwoharjo tinggal melengkapi lampu, hotel-hotel cukup banyak dan dekat dengan bandara, sehingga tak akan menyulitkan tim tamu.

[ by : Admin/slemania-greenfort.co.cc ]

12 Pemain PSS Bisa Dipakai Kembali

12 pemain yang memperkuat tim PSS Sleman pada kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 dinilai layak dipertahankan untuk musim kompetisi berikutnya.

"Sebanyak 12 pemain dari 27 pemain yang masuk skuad PSS musim ini masih layak dipertahankan untuk memperkuat tim di musim depan. Mereka layak untuk direkrut kembali," kata Manajer Teknik PSS Sleman, Bambang Nurjoko di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, penilaian itu mengacu pengamatan selama mengikuti perjalanan tim PSS Sleman di musim kompetisi 2009/2010. Berdasarkan pengamatan, ke-12 pemain itu masih layak memperkuat PSS Sleman di musim depan.

"Namun, saya tidak akan menyebutkan nama para pemain tersebut sekarang. Saya akan menyampaikan nama ke-12 pemain itu pada forum evaluasi pengurus PSS yang rencananya digelar pertengahan April 2010," katanya.

Ia mengatakan, nama ke-12 pemain itu akan disampaikan dalam forum evaluasi tersebut, dan untuk selanjutnya pihak manajemen yang akan menindaklanjuti. Jadi, langkah selanjutnya terkait dengan para pemain itu yang menentukan pihak manajemen PSS Sleman.

"Saya tidak akan mendahului kewenangan tim pelatih maupun manajemen menyangkut nama-nama pemain PSS yang akan direkrut PSS. Dalam forum evaluasi nanti manajemen juga akan meminta masukan dan catatan dari tim pelatih," katanya.

Ditanya prestasi PSS yang menurun, ia mengatakan, salah satu faktor menurunnya prestasi PSS musim ini karena materi pemain memang masih minim pengalaman bertanding di divisi utama.

"Materi pemain yang dimiliki PSS musim ini memang kalah jauh dibandingkan dengan klub lain. Namun, PSS masih beruntung karena mampu bertahan di divisi utama," katanya.

Untuk musim depan, menurut dia, materi pemain tetap memberikan porsi pembinaan pada potensi lokal. Kebijakan itu telah terbukti mampu memacu perkembangan sepak bola di Sleman.

"Saat ini banyak sekolah sepak bola bermunculan di Sleman. Dengan semakin banyaknya sekolah sepak bola, akan semakin mudah mencari pemain," katanya.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan prestasi PSS juga harus diimbangi dengan sosok pelatih yang memenuhi kualifikasi dan memiliki loyalitas pada tim.

"Pelatih yang akan direkrut bukan hanya sekadar memenuhi sertifikasi Badan Liga Indonesia (BLI), tetapi juga harus memiliki pengalaman dan jaringan yang kuat. Hal itu merupakan kunci untuk meningkatkan prestasi PSS di musim depan," katanya.

[ by : Admin/krjogja.com ]

Selesai Kompetisi, Tim PSS Di Bubarkan

Setelah menyelesaikan Kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia musim 2009/2010, akhirnya tim PSS dibubarkan. Pembubaran yang bertempat di RM. Pring Sewu Jalan Magelang, Rabu malam (31/3) dihadiri oleh pemain, manajemen, pelatih dan Slemania.

General Manajer (GM) PSS, Djoko Handoyo bersyukur tim PSS Sleman bisa bertahan di Divisi Utama. Djoko berharap musim depan PSS mampu meraih hasil lebih baik dari sekarang. Beliau juga menyampaikan musim depan manajemen akan menyiapkan tim yang lebih baik. Dan beliau juga meminta maaf jika banyak kekurangan selama kompetisi yang telah dilalui. Selain itu GM Djoko Handoyo juga akan segera melakukan evaluasi tim, kalo bisa musim depan bisa di papan atas. Sedang untuk masalah pemakaian pemain asing atau tidak masih akan melihat evaluasi dulu.

Manajer Tim, rumadi juga menambahkan semoga musim depan PSS bisa lebih sukses, dan semoga mampu berlaga di Liga Super musim 2011/2012 agar stadion Maguwoharjo bisa lebih difungsikan.

[ by : Admin/Slemania Green Fort ]

Libas PSIR 3-1, PSS Bertahan Di Divisi Utama

PSS Sleman akhirnya mampu memperoleh hasil manis dalam laga terakhir Liga Joss Indonesia di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (30/3). Tim tuan rumah mampu mengkandaskan tamunya PSIR Rembang dengan skor 3-1 sehingga tetap aman di Divisi Utama.

Pertandingan sore ini berjalan cukup dramatis. Tuan rumah yang tampil dengan penuh percaya diri mampu mengejutkan tamunya dengan gol cepat di menit awal babak pertama. Anwarudin yang bergerak di sektor kiri mampu melakukan krosing dengan cermat yang diteruskan M Eksan dengan heading. Skor berubah 1-0 bagi tuan rumah.

Pemain gelandang PSS, Anang Hadi mampu menggandakan keunggulan setelah berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan M Eksan. Skor pun berubah 2-0 pada menit ke-17. Namun keunggulan 2 gol ini tidak berselang lama. Satu menit kemudian, tim tamu berhasil memperkecil ketinggalan.

Berawal dari kesalahan komunikasi antara sang kiper Barep Wahyu dengan pemain belakang, Abda Ali, striker PSIR Lubis Syukur dengan mudah mampu melesakkan bola ke gawang PSS Sleman.

Gol terakhir PSS diciptakan melalui titik putih setelah M Eksan dilanggar oleh Tassiou Baki. M Eksan pun kembali menyumbangkan gol keduanya di menit ke-26. Keunggulan 3-1 ini tidak berubah hingga 45 menit babak kedua berakhir.

Pada babak kedua, banyak peluang emas yang berhasil diciptakan, namun lemahnya penyelesaian akhir, membuat tak satupun gol mampu tercipta. Salah satunya skema cantik antara Mamodou dengan Sahid Widianta. Saat Mamodou berhasil menusuk ke dalam kotak pinalti serta memperdayai lini belakang PSIR, umpan manisnya ke Sahid yang berdiri bebas di depan gawang tidak mampu diselesaikan dengan tenang.

Tercatat satu kartu kuning dikeluarkan wasit Anselmus dari Surabaya kepada pemain PSIR, Tassiou Bako.

Pembina PSS Sleman yang turut menyaksikan laga terakhir ini, Sri Purnomo, mengaku puas dengan torehan para pemainnya. Pihaknya pun berjanji akan membawa PSS ke Liga Super pada putaran mendatang. "Kami puas karena posisi PSS Sleman sudah aman di Divisi Utama. Setelah ini tentunya akan ada evaluasi pemain. Mereka yang bermain bagus akan kami pertahankan. Tujuan kami kedepan, PSS bisa masuk Liga Super," terangnya usai pertandingan.

Sementara pencetak 2 gol PSS dalam pertandingan ini, M Eksan, mengaku sangat bersyukur dan bangga gol yang dibuatnya. Dirinya pun siap untuk terus membela PSS Sleman jika masih dibutuhkan di tahun depan. "Ya, sangat termotivasi. Saya puas dan saya bersyukur. Kalau masih dibutuhkan, saya siap membela PSS Sleman kembali," ujarnya kepada KRjogja.com.

Suasana kekeluargaan suporter juga terlihat pada pertandingan ini. Suporter PSIR ikut bergabung bersama dengan suporter PSS dan terus menyanyikan lagu-lagu kebanggan Slemania. Bahkan, usai pertandingan, Slemania nampak mengejar para pemain PSS untuk berfoto bersama dan meminta kenang-kenangan.

Tentukan Nasib, PSS Sleman "All Out" Lawan PSIR

Laskar Elang Jawa harus mampu tampil maksimal dalam laga penutup Liga Joss Indonesia sore nanti (30/3) saat menjamu PSIR Rembang. Laga ini juga akan menjadi laga penentu bagi tuan rumah, apakah akan bisa bertahan di Divisi Utama atau turun kasta ke Divisi Satu.

Dengan 19 point dari 19 laga yang sudah dilakoninya, PSS Sleman hanya berada satu tingkat dari juru kunci, Persiku Kudus yang memiliki 18 point. Kemenangan melawan PSIR ini pun menjadi syarat mutlak untuk tetap bertahan di Divisi Utama dan membenamkan Persiku ke jurang degradasi. "Intinya, nanti kami harus menang. Pasca ditahan imbang Persiku kemarin, kami juga sudah melakukan evaluasi dan sekarang kami sudah siap bertempur habis-habisan," tandas Manager Tim PSS Sleman, Drs Rumadi Selasa (30/3) pagi.

Apalagi, pada saat yang bersamaan, Persiku Kudus juga akan melakoni laga terakhirnya melawan PSIM. Jika laga PSS melawan PSIR nanti sore hanya bermain imbang, sementara Persiku mampu mengandaskan PSIM, maka sudah dipastikan PSS Sleman akan turun kasta. Namun, ketika laskar Elang Jawa ini mampu memenangkan pertandingan, maka klub kebanggaan masyarakat Sleman ini aman untuk bertahan di Divis Utama.

Sementara dari sisi komposisi pemain, PSS Sleman nampaknya masih kesulitan untuk mencari gelandang tengah. Pasalnya, gelandang andalannya Agus Setiawan harus absen dalam laga terakhir kali ini karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan performa tiga legiun asingnya juga nampak menurun tajam pasca ditinggalkan Yance Metmey.

"Kemarin pelatih masih belum menentukan pengganti Awang (Agus Setiawan.red). Namun itu tidak masalah, tinggal nanti skema permainan yang harus dikuasai. Kita akan mengintensifkan Grandong (Agus Purwoko.red) untuk menyerang dari sayap kanan serta umpan-umpan matangnya ke lini tengah. Tinggal nanti Nkomo dan Eksan harus mampu menyelesaikan sentuhan akhir," jelas Rumadi.

[ by : Admin/greenfort ]